Alhamdulillāh, alhamdulillāh.
Alhamdulillāhilladzī lā tuḥīṭu bihi ṣifātul-awwalīn wa lā tuḥīṭu bihi ṣifātul-ākhirīn.
Ashhadu an lā ilāha illallāh waḥdahu lā sharīka lah.
Wa ashhadu anna sayyidanā wa nabiyyinā Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh, arsalahu basyīran wa nadhīran lil-kāfirīn wa bushrā likulli mu’minīn.
Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammad.
Amma ba‘du.
Ibādallāh, ittaqullāha ḥaqqa tuqātih wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.
Ma‘āsyiral muslimīn, sidang jum‘at yang mulia rahimakumullāh. Tanpa terasa kita sekarang berada di tanggal 26 Zulhijah. Tinggal empat atau lima hari lagi kita akan memasuki tahun baru hijriah, tahun baru Islam. Pergantian tahun hijriah bukan sekadar berubahnya angka dari 1447 H menjadi 1448 H, melainkan mengandung hikmah yang tinggi nilainya.
Pergantian tahun mengingatkan kita untuk menghitung masa hidup yang telah kita jalani dan amal yang telah kita lakukan. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman dalam surah Yūnus ayat 5:
“Walita‘lamū ‘adada as-sinīna wal-ḥisāb.”
Artinya: agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan amal.
Setiap kehidupan, meski panjang waktunya, akan sampai pada batas akhir. Seorang penyair berkata:
“Kullu ‘āishin wa in ṭāla dahruhu fī muntahā amrihi ilā al-maut.”
Artinya: setiap kehidupan meski panjang waktunya, lambat laun akan berakhir juga.
Waktu berjalan terus tanpa henti. Matahari beredar, siang dan malam berganti, kalender harian dirobek satu lembar demi satu lembar. Itu semua peringatan bahwa umur kita berkurang sehari demi sehari. Bertambahnya umur berarti semakin dekat jarak kita dengan kematian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aktsirū dhikra al-maut fa innahu yamḥū adz-dhunūb wa yuzahhid fī ad-dunyā.” (HR. Ibn Abid Dunya)
Artinya: sering-seringlah mengingat kematian, sebab ia menghapus dosa dan menimbulkan rasa zuhud terhadap dunia.
Jika ajal datang, putuslah hubungan seseorang dengan dunia. Harta hanya tinggal warisan. Istri, anak, teman, dan masyarakat hanya mengantar sampai ke liang kubur. Setelah itu ia ditinggalkan seorang diri. Kekayaan dan kekuasaan tidak bisa menolong di alam barzakh.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
“Kullu nafsin dzā’iqatul-maut, wa innamā tuwaffawna ujūrakum yauma al-qiyāmah. Faman zuḥziḥa ‘ani an-nār wa udkhila al-jannah faqad fāz. Wa mā al-ḥayātu ad-dunyā illā matā‘ul-ghurūr.”
Artinya: tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan pahala. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan nikmat Allah berupa harta, jabatan, pikiran, dan tenaga sebagai ibadah di sisi-Nya, agar kelak di kubur kita mendapatkan raudatun min riyāḍil-jannah.
Semoga tahun baru hijriah yang akan datang menumbuhkan semangat berhijrah:
- Berhijrah dari kemalasan.
- Berhijrah dari kejahilan.
- Berhijrah dari kemaksiatan.
- Berhijrah dari kebatilan.
Ya Allah, panjangkanlah umur kami dalam ketaatan dan ibadah kepada-Mu.
Ya Allah, jadikanlah tahun baru Islam 1448 H penuh dengan nuansa dan semangat baru dalam menjalankan tuntunan agama-Mu.
Ya Allah, berikanlah kekuatan dan kemudahan dalam beribadah, serta anugerahkan kepada kami ḥusnul khātimah di saat sakratul maut menjemput.
Āmīn, āmin yā Rabbal ‘ālamīn.
