Subuh--:--
Terbit--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Hikmah Wuquf Arafah | KH. M. Said Masrawan, Lc., M.A. - Jumat, 15 Mei 2026

personM. Nafis Al-Mukhdi calendar_todayMei 15, 2026


Alhamdulillah.

Alhamdulillāhilladzī arsala rasūlahu bil-hudā wa dīn al-ḥaqq li-yuẓhirahu ‘ala ad-dīn kullihi wa kafā billāhi shahīdā.
Ashhadu an lā ilāha illallāh waḥdahu lā sharīka lah, lahu ṣāḥibatan wa lā waladā. Wa ashhadu anna sayyidanā wa nabiyyinā Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh.
Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa aṣḥābihi wa sallama taslīman.

Amma ba‘du.
Ibādallāh, usīkūm wa iyyāya bitaqwāllāh faqad qāla ta‘ālā:
“Yā ayyuhalladzīna āmanū, ittaqūllāha ḥaqqa tuqātih wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.”

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh, pada kesempatan yang mulia ini kita bersama-sama melepas jemaah calon haji asal Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berjumlah 501 orang. Sebagian besar telah diberangkatkan melalui Masjid Agung At-Taqwa Amuntai menuju tanah suci Makkah al-Mukarramah. Maka sebagai sesama muslim, apalagi terkait hubungan keluarga, jiran tetangga, dan kawan, patutlah kita mendoakan mereka agar diberikan kesehatan, keafiatan, serta dimudahkan dalam menunaikan ibadah haji, umrah, dan ziarah. Semoga mereka meraih haji yang mabrur. Dan bagi yang belum berhaji, semoga Allah segera memberikan kesempatan memenuhi panggilan-Nya. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Hikmah Wukuf di Arafah

Ma‘āsyiral muslimīn, kami ingin menyampaikan sekelumit tentang hikmah wukuf di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijah, yang merupakan rukun utama ibadah haji. Al-ḥajju ‘Arafah.

Secara bahasa, wukuf berarti berhenti atau berdiam diri. Sedangkan Arafah sepadan dengan ma‘rifah, yang berarti kenal atau paham. Maka wukuf di Arafah mengandung makna berhenti agar kita kenal dan paham. Di padang yang luas itu, manusia berkumpul dalam panas terik, mengingatkan kita akan keadaan di Padang Mahsyar kelak.

Di sana kita sadar bahwa kita hanyalah hamba yang lemah. Tadinya tiada, lalu diadakan Allah. Allah berfirman:
“Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn.”
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.

Wukuf mengingatkan kita bahwa semua yang bernyawa pasti akan mati. Kullu nafsin dzā’iqatul-maut. Kita semua akan kembali kepada-Nya. Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Innamā mathalī wa mālī wa dunyā ka-raākibin istazalla taḥta shajarah thumma rāḥa wa tarakahā.”
Sesungguhnya perumpamaan aku dengan dunia ini hanyalah seperti seorang musafir yang berteduh sebentar di bawah pohon, lalu meninggalkannya melanjutkan perjalanan panjang.

Dunia hanyalah ladang tempat bercocok tanam. Ad-dunyā mazra‘atul-ākhirah. Siapa yang menanam, dialah yang akan menuai.

Ada kalimat yang sering kita dengar: “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu.” Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Ulama menjelaskan, siapa yang sadar dirinya fakir, maka ia akan sadar Allah Maha Kaya. Siapa yang sadar dirinya hina, maka ia akan tahu Allah Maha Mulia.

Ma‘āsyiral muslimīn, hikmah wukuf bukan hanya untuk jemaah haji. Bagi kita yang tidak berhaji, marilah kita wukuf di atas sajadah, berhenti sejenak dalam salat, doa, dan munajat. Kita bisa berziarah ke makam orang-orang mulia, bertafakur, mengenal diri hingga mengenal Allah.

Makrifat tidak harus di Padang Arafah. Di mana pun kita berada, asalkan kita menuntut ilmu tauhid, akidah, tasawuf, dan syariat, maka kita akan semakin dekat dengan Allah. Allah berfirman:
“Wa huwa ma‘akum aynamā kuntum wallāhu bimā ta‘malūna baṣīr.”
Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.

Allah juga berfirman:
“Wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd.”
Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri.

Maka wukuflah kita sebentar agar kita makrifat kepada Allah. Perbanyaklah salawat kepada Rasulullah ﷺ, apalagi di hari Jumat seperti ini.

Ma‘āsyiral muslimīn, demikian khutbah Jumat kami. Semoga hikmah wukuf di Arafah tidak hanya dirasakan oleh jemaah haji, tetapi juga oleh kita semua yang mau menuntut ilmu agama. Semoga kita semakin dekat dengan Allah, menjadi makrifat, dan meraih kebahagiaan, keselamatan, serta keberkahan dunia dan akhirat. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wa al-‘aṣr. Innal-insāna lafī khusr. Illalladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.
Bārakallāhu lakum fīl-Qur’ān al-‘aẓīm, wa nafa‘anā wa iyyākum bimā fīhi min al-āyāti wa dzikr al-ḥakīm. Innahu ghafūrur-raḥīm.

Hikmah Wuquf Arafah | KH. M. Said Masrawan, Lc., M.A. - Jumat, 15 Mei 2026

personM. Nafis Al-Mukhdi calendar_todayMei 15, 2026


Alhamdulillah.

Alhamdulillāhilladzī arsala rasūlahu bil-hudā wa dīn al-ḥaqq li-yuẓhirahu ‘ala ad-dīn kullihi wa kafā billāhi shahīdā.
Ashhadu an lā ilāha illallāh waḥdahu lā sharīka lah, lahu ṣāḥibatan wa lā waladā. Wa ashhadu anna sayyidanā wa nabiyyinā Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh.
Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa aṣḥābihi wa sallama taslīman.

Amma ba‘du.
Ibādallāh, usīkūm wa iyyāya bitaqwāllāh faqad qāla ta‘ālā:
“Yā ayyuhalladzīna āmanū, ittaqūllāha ḥaqqa tuqātih wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.”

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh, pada kesempatan yang mulia ini kita bersama-sama melepas jemaah calon haji asal Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berjumlah 501 orang. Sebagian besar telah diberangkatkan melalui Masjid Agung At-Taqwa Amuntai menuju tanah suci Makkah al-Mukarramah. Maka sebagai sesama muslim, apalagi terkait hubungan keluarga, jiran tetangga, dan kawan, patutlah kita mendoakan mereka agar diberikan kesehatan, keafiatan, serta dimudahkan dalam menunaikan ibadah haji, umrah, dan ziarah. Semoga mereka meraih haji yang mabrur. Dan bagi yang belum berhaji, semoga Allah segera memberikan kesempatan memenuhi panggilan-Nya. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Hikmah Wukuf di Arafah

Ma‘āsyiral muslimīn, kami ingin menyampaikan sekelumit tentang hikmah wukuf di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijah, yang merupakan rukun utama ibadah haji. Al-ḥajju ‘Arafah.

Secara bahasa, wukuf berarti berhenti atau berdiam diri. Sedangkan Arafah sepadan dengan ma‘rifah, yang berarti kenal atau paham. Maka wukuf di Arafah mengandung makna berhenti agar kita kenal dan paham. Di padang yang luas itu, manusia berkumpul dalam panas terik, mengingatkan kita akan keadaan di Padang Mahsyar kelak.

Di sana kita sadar bahwa kita hanyalah hamba yang lemah. Tadinya tiada, lalu diadakan Allah. Allah berfirman:
“Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn.”
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.

Wukuf mengingatkan kita bahwa semua yang bernyawa pasti akan mati. Kullu nafsin dzā’iqatul-maut. Kita semua akan kembali kepada-Nya. Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Innamā mathalī wa mālī wa dunyā ka-raākibin istazalla taḥta shajarah thumma rāḥa wa tarakahā.”
Sesungguhnya perumpamaan aku dengan dunia ini hanyalah seperti seorang musafir yang berteduh sebentar di bawah pohon, lalu meninggalkannya melanjutkan perjalanan panjang.

Dunia hanyalah ladang tempat bercocok tanam. Ad-dunyā mazra‘atul-ākhirah. Siapa yang menanam, dialah yang akan menuai.

Ada kalimat yang sering kita dengar: “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu.” Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Ulama menjelaskan, siapa yang sadar dirinya fakir, maka ia akan sadar Allah Maha Kaya. Siapa yang sadar dirinya hina, maka ia akan tahu Allah Maha Mulia.

Ma‘āsyiral muslimīn, hikmah wukuf bukan hanya untuk jemaah haji. Bagi kita yang tidak berhaji, marilah kita wukuf di atas sajadah, berhenti sejenak dalam salat, doa, dan munajat. Kita bisa berziarah ke makam orang-orang mulia, bertafakur, mengenal diri hingga mengenal Allah.

Makrifat tidak harus di Padang Arafah. Di mana pun kita berada, asalkan kita menuntut ilmu tauhid, akidah, tasawuf, dan syariat, maka kita akan semakin dekat dengan Allah. Allah berfirman:
“Wa huwa ma‘akum aynamā kuntum wallāhu bimā ta‘malūna baṣīr.”
Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.

Allah juga berfirman:
“Wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd.”
Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri.

Maka wukuflah kita sebentar agar kita makrifat kepada Allah. Perbanyaklah salawat kepada Rasulullah ﷺ, apalagi di hari Jumat seperti ini.

Ma‘āsyiral muslimīn, demikian khutbah Jumat kami. Semoga hikmah wukuf di Arafah tidak hanya dirasakan oleh jemaah haji, tetapi juga oleh kita semua yang mau menuntut ilmu agama. Semoga kita semakin dekat dengan Allah, menjadi makrifat, dan meraih kebahagiaan, keselamatan, serta keberkahan dunia dan akhirat. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wa al-‘aṣr. Innal-insāna lafī khusr. Illalladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.
Bārakallāhu lakum fīl-Qur’ān al-‘aẓīm, wa nafa‘anā wa iyyākum bimā fīhi min al-āyāti wa dzikr al-ḥakīm. Innahu ghafūrur-raḥīm.

Layanan Masjid

TPQ

Taman Pendidikan Al-Qur'an

Belajar kalam ilahi dengan lebih mudah dan terjangkau.

circle Setiap Sabtu & Ahad Ba'da Asar
TPSQ

Taman Pendidikan Seni Al-Qur'an

Belajar melantunkan kalam ilahi dengan lebih indah.

circle Setiap Sabtu & Ahad Ba'da Asar
Zakat

Amil Zakat

Penyaluran zakat, infaq, dan sedekah kepada yang berhak.

circle Buka Setiap Hari
Rest

Rest Area

Fasilitas istirahat nyaman bagi jamaah dan musafir.

circle Buka Setiap Hari
Anak

Ruang Ramah Bermain Anak

Area bermain aman agar anak betah di masjid.

circle Buka Setiap Hari
Karate

Pelatihan Karate

Latihan bela diri untuk anak & remaja.

circle Setiap Sabtu & Ahad Ba'da Ashar