Alhamdulillah.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh, pada kesempatan yang mulia ini kita bersama-sama melepas jemaah calon haji asal Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berjumlah 501 orang. Sebagian besar telah diberangkatkan melalui Masjid Agung At-Taqwa Amuntai menuju tanah suci Makkah al-Mukarramah. Maka sebagai sesama muslim, apalagi terkait hubungan keluarga, jiran tetangga, dan kawan, patutlah kita mendoakan mereka agar diberikan kesehatan, keafiatan, serta dimudahkan dalam menunaikan ibadah haji, umrah, dan ziarah. Semoga mereka meraih haji yang mabrur. Dan bagi yang belum berhaji, semoga Allah segera memberikan kesempatan memenuhi panggilan-Nya. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Hikmah Wukuf di Arafah
Ma‘āsyiral muslimīn, kami ingin menyampaikan sekelumit tentang hikmah wukuf di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijah, yang merupakan rukun utama ibadah haji. Al-ḥajju ‘Arafah.
Secara bahasa, wukuf berarti berhenti atau berdiam diri. Sedangkan Arafah sepadan dengan ma‘rifah, yang berarti kenal atau paham. Maka wukuf di Arafah mengandung makna berhenti agar kita kenal dan paham. Di padang yang luas itu, manusia berkumpul dalam panas terik, mengingatkan kita akan keadaan di Padang Mahsyar kelak.
Wukuf mengingatkan kita bahwa semua yang bernyawa pasti akan mati. Kullu nafsin dzā’iqatul-maut. Kita semua akan kembali kepada-Nya. Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.
Dunia hanyalah ladang tempat bercocok tanam. Ad-dunyā mazra‘atul-ākhirah. Siapa yang menanam, dialah yang akan menuai.
Ada kalimat yang sering kita dengar: “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu.” Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Ulama menjelaskan, siapa yang sadar dirinya fakir, maka ia akan sadar Allah Maha Kaya. Siapa yang sadar dirinya hina, maka ia akan tahu Allah Maha Mulia.
Ma‘āsyiral muslimīn, hikmah wukuf bukan hanya untuk jemaah haji. Bagi kita yang tidak berhaji, marilah kita wukuf di atas sajadah, berhenti sejenak dalam salat, doa, dan munajat. Kita bisa berziarah ke makam orang-orang mulia, bertafakur, mengenal diri hingga mengenal Allah.
Maka wukuflah kita sebentar agar kita makrifat kepada Allah. Perbanyaklah salawat kepada Rasulullah ﷺ, apalagi di hari Jumat seperti ini.
Ma‘āsyiral muslimīn, demikian khutbah Jumat kami. Semoga hikmah wukuf di Arafah tidak hanya dirasakan oleh jemaah haji, tetapi juga oleh kita semua yang mau menuntut ilmu agama. Semoga kita semakin dekat dengan Allah, menjadi makrifat, dan meraih kebahagiaan, keselamatan, serta keberkahan dunia dan akhirat. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
